Cerpen | Perjuangan Romantis Part 2



1 minggu telah berlalu, Faiza merasa bosan dengan aktivitasanya sekarang, bagaimana tidak aktivitasnya hanya membersihkan rumah dan menjaga adiknya. Akan tetapi Faiza sangat antusias jika pagi menjelang, dengan pemandangan yang indah rasanya sangat rugi jika dilewatkan. Seperti biasa dia ditemani kedua adiknya dan tak lupa camera DSLR pacar elekteoniknya, jadi setiap pulang dari jalan pagi, Faiza memperoleh gambar yang diinginkannya, eitsss bukan gambar model manusia yah, Faiza hanya mengambil gambar pemandangan dan aktivitas manusia yang unik. Sudah menjadi kebiasaan Faiza, bukan hanya kebiasaan tapi hobby yang mendarah daging.

Baca Juga : Perjuangan Romantis Part 1

Tak hanya itu, segerombolan geng Abiyan selalu menunggu kedatangan Faiza. Wanita ini memang mempunyai pesona yang tidak biasa, lihatlah bagimana tidak, geng Abiyan rela datang pagi-pagi dan menunggu Faiza lewat. Tapi tetap saja, Faiza tak meresponya sama sekali. Dan alhasil, beberapa teman Abiyan menyerah untuk menggoda dan mendekati Faiza. Ah ya bagimana dengan Abiyan, dia hanya melihat tingkah konyol teman-temannya.Bukannya dia juga tertarik sama Faiza, ya tentu saja, tapi Abiyan memilih cara yang lebih elegan, karena dia berfikir Faiza adalah wanita yang spesial, jadi untuk mendekatinya pun dengan cara yang elegan.
Seperti biasa, setelah jalan-jalan pagi Faiza akan membereskan rumah, setelah itu dia akan membersihkan badannya. Setelah semua rampung dan mumpung ini hari minggu dia ikut berkumpul keluarga kecilnya dibawah pohon mangga. Dengan beberapa camilan ringan yang menemani mereka, dengan berbincang-bincang seperti ini akan menambah keharmonisan dalan keluarganya.

  • " Ayah, Faiza bosen banget." Akhirnya Faiza angkat bicara setelah kedua adiknya mengoceh tiada hentinya.
    " Kenapa sayang.....?"
    " Bosen ayah, Faiza pengen kegiatan lain."
    " Kan Neng sebentar lagi masuk kuliah" Sahut Ibunya.
    " Masih lama ibu, Faiza pengen nyoba kegiatan lain."
    " Emang Neng mau kegiatan apa....? Tanya ayah.
    " Emmmm gimana kalau Faiza ngajar anak-anak di TK sebelah."
    " Emang kamu bisa....?"
    " Jangan meremehkan putrimu ini ayah." Jawab Faiza penuh dengan keyakinan.
    " Gimana bu, permintaan anak kita yang satu ini." Tanya Ayah smabil melirik kearah istrinya.
    " Emmm gimana ya Yah, ibu sedikit ragu." Goda sang Ibu.
    " Ibu, percayalah, lagipula menjadi guru kan perbuatan yang saaanggat mulia." Rayu Faiza.
    " Bener, kalau gitu iyain aja deh." Jawab sang ibu.
    " Yeeee, makasih ayah ibu, makin sayang deh." Faiza lalu memeluk mereka berdua.


Jadi adegan berpelukan pun tak terhindarkan, mereka semua saling berpelukan.

Didepan gerbang rumah pak Wahono ternyata sudah ada Abiyan dan papanya. Mereka berkunjung hanya untuk membicarakan bisnis dan berbincang ringan. Mereka yang mendengar ada mobil yang membunyikan bell, Faiza berlari kecil untuk membuka pintu gerbang.

  • " Biar Faiza yang buka." Mendapat anggukkan dari ayah dan ibunya.


Setelah membuk pintu gerbang, masuklah mobil Honda Jass berwarna merah dihalamanya. Dan penumpang mobil itu pun keluar, dengan dua sosok yang berbeda usia. Yang satu, sepertinya usianya sama dengan ayah Faiza dan satunya lagi, eitzzz sepertinya Faiza mengenalinya, iya itu salah satu dari geng itu, iya itu Abiyan.

  • " sepertinya wajahnya sangat familiar, tapi siapa ya, ah yaaa itu salah satu anggota geng yang sering menggodanya." Jawab Faiza dalam hati.
    Selang beberapa menit, ayahnya dan keluarga kecilnya menyambut kedatangan Pak Wiranto.
    " Assallamualaikum Pak Wiranto terhomat." Pak Wahono datang dan memeluk rekan bisnisnya itu.
    " Waallaikumsallam Pak Wahono terhormat." Sambil membalas pelukan pak Wahono.
    " Ayo silahkan masuk."
    " Iya terima kasih."
    Mereka semua masuk kedalam ruang tamu, pak Wahono yang ditemani sang Istri dan semua anaknya disuruh masuk kedalam rumah. Obrolan mengenai bisnisnya pun mengalir, disela berbincangan bisnis pak Wiranto membicarakan mengenai anak-anak mereka. Disela membicarakan mengenai masa depan anak mereka masing-masing, Faiza datang membawa minuman dan makanan ringan.
    " Silahkan om." Sambil menaruh minuman dan makanan ringan diatas meja.
    " Iya terima kasih nak." Sambil tersenyum kearah Faiza.
    " Ini anak sulung kamu No....?"
    " Iya, dia baru pindah 1 minggu lalu."
    " Kenapa kau tak pernah cerita kalau punya anak secantik dia, kan bisa kita besanan."
    " Hahaaaa kau ini bisa saja To."
    " Hayolah No, ini serius, baru kali ini juga Abyan yang menawarkan diri untuk mengantarkan aku kesini."


Pak Wahono melirik istrinya sejenak dan mendapatkan kedikan kedua bahunya.

  • " Nanti bisa kita bicarakan lain waktu."
    " Ok ok, fikirkanlah matang-matang, ini juga bisa menguntungkan bagi bisnis kita."
    " Iya lihat saja nanti kawan."
    " Ok, sudah siang, aku pamit kawan, lain waktu bisa kita bicara lebih serius lagi."
    " Ya, tentu saja."
    " Assallamualaikum Om." Abiyan mencium punggung tangan Pak Wahono dan istrinya.
    " Waallaikumsalam." Jawab mereka berdua.


Penulis Cerita : Lia

4 Responses to "Cerpen | Perjuangan Romantis Part 2"